Surat Menyurat
A.
PENGERTIAN
SURAT
Surat adalah salah satu alat
komunikasi atau sarana untuk menyampaikan pikiran, perasaan dan kemauan dari
seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa tulis. Pikiran, perasaan,
dan kemauan dapat berupa permintaan, peryataan, penolakan, dukungan, pemberitahuan,
penjelasan, dan apa saja yang ingin di sampaikan kepada pihak lain (dari pihak
I, seseorang atau kelompok kepada pihak II, seseorang atau kelompok). Proses
surat menyurat ini disebut juga dengan istilah korespondensi.
Menurut Solchan (2003: 14) surat
resmi ialah surat yang berisikan masalah kedinasan atau administrasi
pemerintah. Surat resmi hanya dibuat oleh instansi pemerintah dan dapat
dikirimkan kepada semua pihak yang memiliki hubungan dengan instansi tersebut.[1]
B.
FUNGSI SURAT[2]
1.
Surat sebagai
Bukti Hitam di Atas Putih
Surat dapat menjadi bahan bukti pada masa yang akan datang. Oleh
karena itu, surat harus dibuat berdasarkan pertimbangan yang matang dan sesuai
dengan fakta yang ada. Fakta dalam surat dapat menjadi bahan bukti secara hukum.
2.
Surat sebagai
Pengikat
Isi surat merupakan permintaan, peryataan,penolakan, pemberitahuan,
dan penjelasan. Semua isi surat yang sudah di tuliskan dan ditanda tangani
dapat menjadi pengikat pihak I dan pihak II. Oleh sebab itu, sebelum membuat
permintaan, peryataan, penolakan, dukungan, pemberitahuan, dan penjelasan harus
difikirkan terlebih dahulu, supaya tidak menimbulkan masalah pada masa yang
akan datang.
3.
Surat sebagai
Bukti Sejarah
Surat yang sudah dituliskan hitam diatas putih dan akan menjadi
arsip sepanjang zaman. Secara otomatis surat tersebut akan menjadi salah satu
bukti sejarah pada masa yang akan datang.
4.
Surat sebagai
Pedoman
Setiap surat dikirim mempunyai tujuan tertentu. Maka , untuk
bekerja atau menjawab surat tersebut harus mempedomani apa yang diinginkan
pengirim surat.
5.
Surat sebagai
Duta (Wakil) Penulis
Surat yang dikirim pihak I kepda pihak II merupakan wakil
pihak-pihak I kepada pihak II. Oleh sebab itu, ketika kita ingin membuat surat,
harus memperhatikan segala masalah yang disampaikan. Isi surat merupakan
keinginan penulis dan bahasa surat tersebut merupakan gambaran kepribadian si
pengirim surat.
C.
LANGKAH-LANGKAH
MEMBUAT SURAT
1.
Persiapan dan
perencanaan yang baik
Penulis membuat surat kepada seseorang (pihak lain) atau surat
jawaban terhadap surat yang diterima dari seseorang (pihak lain) atau pihak
ketiga membuat surat tentang pihak petama dan kedua. Penulis harus
mempersiapkan waktu dan memikiran pokok masalah yang akan disampaikan dan
fakta-fakta pendukung lainnya.
2.
Penyusunan pokok
masalah
Pokok masalah di dalam surat sering sekali lebih dari satu. Oleh
sebab itu, pokok masalah dituliskan secara berurutan mulai dari yang terpenting
atau yang terbesar sampai kepada yang kurang penting atau yang terkecil. Surat
tersebut benar-benar menjadi wakil (duta) penulis kepada orang yang menerima
surat tersebut.
3.
Menetapkan
sasaran (tujuan) surat
Sasaran atau tujuan surat dapat dibagi menjadi dua macam. Pertama,
kepada siapa surat itu di kirim. Setelah hal ini diketahui, baru disesuaikan
sapaan bahasan yang digunakan. Kedua, isi surat yang ingin di sampaikan.
Masalah disampaikan secara berurutan mulai dari hal yang terpenting atau besar
kepada yang kurang penting atau kecil.
4.
Penetapan bahan
Masalah yang akan disampaikan harus dianalisis dengan baik, sesuai
dengan apa yang diinginkan atau menjawab surat sesuai dengan yang diinginkan
yang mengirim surat. Setiap masalah harus disuaikan dengan data pendukung.
Semua data pendukung harus disimpan atau diarsipkan dengan rapid an aman.
5.
Pemahaman
tentang posisi penulis
Setiap surat yang ditulis, penulis memiliki posisi tertentu.
Misalnya posisi penulis sebagai bawahan atau sejajar atau atasan. Setelah
diketahui posisi penulis tersebut, maka akan dapat ditentukan sapaan dan bahasa
yang digunakan. Hal ini sangat diperlukan, karena berasil atau tidaknya tujuan
membuat surat tersebut, juga sangat tergantung kepada bahasa yang digunakan.
D.
BAGIAN SURAT
Secara Umum, bagian surat terdiri dari :
1.
Kepala Surat
Kepala surat atau kop surat merupakan cirri khas suatu lembaga,
oragnisasi bisnis, badan , atau instansi yang mencakup, antara lain nama
instansi (organisasi) alamat lengkap, nomor telepon, nomor faksimele, nomor
kontak pos, alamat website dan e-mail,
serta logo atau lambing indtansi tersebut. Kop surat dapat di tulis dengan
hurup capital semua atau juga kombinasi huruf kecil dan huruf capital.
Penulisan nama instasi ditulis dengan huruf Kapital ( huruf besar), sedangkan
alamat instasi nomor telepon nomor facsimile kontak pos dan alamat e-mail, diawali
dengan huruf capital dilanjutkan dengan huruf kecil. Oleh karena kop surat
mempunyai tempat strategis , terutama untuk menarik perhatian pembaca, maka
penulisannya perlu diperhatikan dengan sebaik-baikna. Dalam perkembangannya,
penulisan kop surat dalam dunia bisnis modern sangatlah variatif ada yang
menggunakan pola rata kiri, tengah atau kanan.
2.
Tanggal Surat
Tanggal surat berfungsi untuk memberitahukan kepada penerima surat
tentang kapan surat itu ditulis. Sebagaimana diketahui, pengiriman surat
terkadang cepat samapi ketujuan, terkadang lambat. Dengan tercantumnya tanggal
surta, penerima surat akan mengetahui kapan surat itu dibuat. Tanggal surat
ditulis dengan urutan nama tempat (kota) pembuatan surat,diikuti dengan angka
tanggal, nama bulan, dan angka tahun. Penulisan bulan, sebaiknya, jangan
disingkat atau menggunakn angka, tetapi ditulis nama bulan tersebut secara
lengkap, seperti Januari, Febuari, Maret, April.
3.
Nomor,Lampiran
dan Hal atau Perihal
Kata nomor,lampiran, dan hal ditulis secara berurutan kebawah
dengan diawali huruf capital, setelah itu diberi jarak dan diikuti dengan titik
dua Penulisan kata “lampiran” hanya diperlukan, apabila ada berkas yang
dilampirkan dalam surat tersebut. Apabila memang tidak ada yang perlu
dilapirkan maka kata “lampiran” tidak perlu ditulis. Untuk surat-surat dinas
dan surat-surat bisnis, biasanya terdapat nomor urut penulisan surat sesuai
dengan kode pengarsipan yang dianut penomoran ini bersifat bebas, namun yang
paling tidak hal ini akan mempermudahkan para petugas dalam melakukan
penelusuran kembali bilamana sewaktu-waktu diperlukan.
Untuk kata “hal” atau “perihal” dapat dilakukan dengan tiga cara,
yaitu :
a. sebelum penulisan alamat yang dituju
a. sebelum penulisan alamat yang dituju
b.
setelah penulisan alamat yang dituju
c.
setelah penulisan salam pembuka.
4.
Nama dan Alamat
Surat
Dalam penulisan nama seseorang yang akan dituju, hendaklah
diperhatikan betul kebiasaan dalam memanggil nama yang bersangkutan, termasuk
didalamnya penggunaan kata sapaan seperti Bapak, Ibu atau saudar dan gelar
akademik aau gelar kehormatan. Tulislah nama dan alamt yang dituju secara
benar.
5.
Salam Pembuka
Salam
pembuka merupakan spaan penghormatan yang dilakukan oleh pengirim pesan kepada
pihak lain sebelum penulisan sebuah surat sangatlah bervariasi sesuai dengan
suasana surat yang ingin di sampaikan, apakah untuk hal-hal yang bersifat
formal atau informal. Beberapa salam pembuka yang sering dijumpai dalam dunia
korespondensi saat ini antara lai : Dengan hormat, Salam Hormat, Salam
Sejahtera, Saudara Wilan yang terhormat, dan Assalamualakum wr.wb. Dengan kata
lain dalam penulisan salam pebuka seseorang dapat menyebutkan nama orang yang
dituju.
6.
Isi Surat
Isi surat merupakan inti surat yang ingin disampaikan oleh pengirim
kepada penerima surat. Bagaimana menulis isi surat? Secara umum, dalam
menuliskan isi surat, usahakan untuk tetap menggunkan kata-kata atau istilah
yang mudah di pahami, jelas ringkas dan tidak bertele-tele. Secara garis besar,
isi surat mencakup 3 hal penting yaitu paragraf pembuka, paragraf isi, dan
paragraph penutup.
Dalam
paragraph pembuka, pengirim surat mengantarkan isi surat yang ingin disampaikan
kepada pihak lain baik yang berisi pemberitahuan, pertanyaan,pernyataan maupun
permintaan tentang sesuatu. Contoh :
a.
Sehubungan
dengan kenaikan harga bahan baku kertas yang cukup signifikan, mulai bulan januari 2006 harga langganan Koran
perbulan menjadi….
b.
Kami beritahuan
kepada Saudara bahwa…….
c.
Mengharap
kehadiran Saudara besok pada acara……….
Selanjutnya
dalam paragraph isi perlu dikemukakan apa yang sebenarnya ingin disampaikan
kepada si penerima surat. Namun yang terpenting lagi adalah isi surat hendaknya
di samapikan secara singkat,lugas, dan jelas. Dalam dunia bisnis isi surat
tentu saja berkaitan dengan berbagai kegiatan bisnis, misalnya pemesanan
produk, pemberitahuan pindah kantor, penawaran produk baru, penaguhan utang,
laporan penjualan, pengaduan pelayanan, kerja sama bisnis, penolakan kerja,
proposal ekspansi dan sebaginya.
Paragraf
penutup merupakn kesmpulan dan kunci isi surat. Selain itu, paragraph penutup
dapat juga mengandung harapan dari isi pengirim surat atau ucapan terimakasih
kepada pengirim surat. Contohnya : Atas kehadiran Saudara, Kami ucapkan
terimakasih
7.
Salam Penutup
Didalam sebuah surat yang baik perlu tecakup salam penutup sebagi
ungkapan sikap respek (hormat), sopan, atau sekedar menunjukkan etika berkirim
surat. Salam penutup yang lazim digunakan dalam surat-menyurat antara lain :
Hormat kami, Hormat saya, Salam Takzim, Salam Kami, Wasalam.
8.
Tanda Tangan,
Nama Jelas dan Jabatan
Surat dinas maupun surat bisnis dianggap sah jika ditanda tangani
oleh pejabat yang berwenang, misalnya pimpinan suatu instansi, lembaga, atau
organisasi. Tanda tangan dibubuhi dibawahnya salam penutup. Dengan
ditandatanganinya sebuah surat berarti juga mensahkan isi surat tersebut dan
akibat yang akan di timbulkan oleh isi surat tersebut juga akan berbeda.
Setelah surat ditandatangani, jangan lupa untuk mencantumkan nama pengirim
maupun jabatan.
Dalam
kaitannya dengan penulisan nama pengirim surat, perlu diperhatikan hal-hal
berikut ini :
1.
Penulisan nama
pengirim tidak perlu menggunakan huruf capital seluruhnya, tetapi cukup diawali
dengan huruf kapital pada setiap unsure.
2.
Nama tidak
perlu ditulis di dalam kurung, tidak perlu bergaris bawah dan tidak perlu
diakhiri dengan tanda titik.
3.
Nama jabatan
dapat dicantumkan di bawah nama pengirim.
9.
Tembusan
Kata
“tembusan” diawali dengan huruf capital diletakkan disebelah kiri pada bagian
kaki surat, lurus dengan bagian nomor dan hal, serta sejajar dengan nama
pengirim surat. Kata sambutan tembusan diikuti tanda titik dua tanpa
digarisbawahi. Bagian ini hanya dicantumkan jika surat itu memerlukan tembusan
untuk beberapa instansi atau pihak lain yang berkaitan.
10.
Inisial
Inisial
disebut juga sandi yang merupakan tanda pengenal bagi petugas yang membuat
konsep dan yang mengetik surat tersebut. Inisial berguna untk mengetahui siapa
pengonsep dan pengetik surat tersebut dapat dihubungi dengan mudah. Inisial
umumnya ditempatkan pada bagian paling bawah disebelah kiri.
Contahnya
:
MR
adalah nama singkatan Muhammad Rifai si pembuatan konsep.
NH
adalah nama singkatan Nur Hidayati si pengetik surat.
E.
JENIS-JENIS
SURAT
a.
Surat Lamaran Kerja
Surat lamaran pekerjaan merupakan surat resmi yang
ditulis oleh seseorang yang ditujukan kepada instansi atau lembaga perusahaan
tertentu agar penulis surat dapat diterima sebagai karyawan di lembaga
tersebut.[3]
Untuk dapat menulis surat lamaran pekerjaan dengan baik, kalian diharapkan
dapat mengenali unsur-unsur surat lamaran pekerjaan dengan baik.
Unsur-unsur Surat Lamaran Pekerjaan
Perhatikan unsur-unsur surat lamaran pekerjaan berikut ini.
a. Tempat dan tanggal penulisan surat.
b. Pokok surat.
c. Alamat yang dituju.
d. Pembuka surat.
e. Isi surat.
f. Penutup surat.
g.
Tanda tangan dan nama lengkap penulis surat.
Contoh Surat Lamaran Pekerjaan
Tasikmalaya, 25 Juni 2015
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.
Kepala Bagian Personalia /
HRD
PT. Ubit Bitu
Jl. Sengklek Raya No. 77
Tasikmalaya
Dengan hormat,
Bpk. Kamaluddin, seorang
asisten editor di PT. Ubit Bitu, menginformasikan kepada saya tentang rencana
pengembangan Departemen Finansial PT. Ubit Bitu.
Sehubungan dengan hal
tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk bergabung
dalam rencana pengembangan PT. Ubit Bitu.
Mengenai diri saya, dapat
saya jelaskan sebagai berikut :
Nama
|
: Pika Pupita Sari
|
Tempat & tgl. lahir
|
: Tasikmalaya, 28 Agustus 1990
|
Pendidikan Akhir
|
: Sarjana Akuntansi Universitas Indonesia Jakarta
|
Alamat
|
: Perum Asri Indah, Blok X No.8, Jakarta Utara
|
Telepon, HP
|
: 021 - 1234567, HP = 0812 3456 7890
|
e-mail
|
: abcd@gmail.com
|
Status Perkawinan
|
: Belum Menikah.
|
Saat ini saya bekerja di
PT. Aipa Collection, sebagai staff akuntansi dan perpajakan, dengan fokus utama
pekerjaan di bidang finance dan perpajakan.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
- Daftar Riwayat Hidup.
- Foto copy ijazah S-1.
- Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
- Pas foto terbaru.
Besar harapan saya untuk
diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri
saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar
belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.
Demikian saya sampaikan.
Terima kasih atas perhatian Bapak.
Hormat saya,
Pika Puspita Sari
b. Surat Jual Beli
Surat jual beli
adalah surat kesepakatan antara penjual dan pembeli, di mana surat tersebut
berisi perjanjian yang isinya telah disepakati dan ditandatangani oleh kedua
belah pihak. Dalam penandatangan surat tersebut biasanya akan dihadirkan orang
ketiga sebagai saksi. Isi surat jual beli berkaitan dengan apa yang dijual,
siapa yang menjual, siapa yang membeli, harga yang disepakati dan waktu serta
tempat penandatangan surat jual beli tersebut. Surat jual beli biasanya
digunakan dalam berbagai hal, contohnya jual beli tanah, bangunan, mobil, dan
lain-lain. Fungsi surat ini jelas untuk bukti otentik pemindahtangan suatu
barang dan adanya transaksi di dalamnya.
Unsur-unsur
surat jual beli :
1.
Identitas kedua pihak, yaitu pihak penjual dan
pihak pembeli.
2.
Isi surat perjanjian jual beli adalah
pasal-pasal yang berisi hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh penjual dan
pembeli.
3.
Bagian akhir dicantumkan tanda tangan penjual
dan pembeli yang disertai dengan materai secukupnya. Jika perlu ditandatangani
oleh saksi-saksi.
4.
Titimangsa (tempat dan tanggal) pembuatan surat
perjanjian.
Contoh Surat
Jual Beli
SURAT
PERJANJIAN JUAL BELI MOTOR
Bahwa pada
Tanggal 27 Maret 2012 telah terjadi kesepakatan antara PIHAK PERTAMA sebagai
Pemilik/Penjual 1 unit Yamaha Mio CW New Biru tahun 2009 dan PIHAK KEDUA
sebagai Pembeli dan penerima Kuasa.
Yang bertanda
tangan dibawah ini, saya :
Nama
: Devi Hastuti
Pekerjaan
: Swasta
Alamat
: Bembem RT 16 /RW
02 Gentan, Bendosari, Jakarta Utara.
Selanjutnya
disebut sebagai PIHAK PERTAMA
Nama
: Rainis Tanjung
Tgl Lahir
: Bandung, 21 Desember 1980
Pekerjaan
: Karyawan
Alamat
: Jaticemani, RT 01/RW 05, Grogol,
Jakarta Utara.
Selanjutnya
disebut sebagai PIHAK KEDUA
Pihak PERTAMA melakukan perjanjian dengan Pihak
KEDUA, bahwa pihak PERTAMA telah menjual sebuah 1 unit Yamaha Mio
CW New Biru tahun 2009 AD4894QK kepada pihak KEDUA Sesuai
kesepatan bersama bahwa motor tersebut dijual dengan harga Rp.
7.500.000,- ( tujuh juta lima ratus ribu ), dengan uang kontan
Sebesar Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah).
Sisanya
melanjutkan angsuran berada di MANDALA MULTI FINANCE dengan nomor kwitansi
KW31031112211340 dan Nomor PK 310311080235. Sebanyak 13 Kali Angsuran sejumlah
per angsuran Rp. 344.000,- / per bulan. (Tiga ratus empat puluh empat ribu
rupiah). Dengan asumsi PIHAK PERTAMA sudah tidak mempunyai kewajiban
untuk mengangsur motor dan tidak memiliki hak milik atas motor tersebut.
Demikian surat perjanjian ini dibuat dengan
kesadaran tanpa paksaan siapapun.
Jakarta Utara, 27 Maret 2012
Pihak
PERTAMA,
Devi Hastuti |
Pihak KEDUA,
Rainis
Tanjung
|
SAKSI,
(
)
c.
Surat Izin
Surat
izin adalah surat permohonan untuk tidak mengikuti kegiatan kerja, dan surat
izin juga adalah sebagai tanda yang resmi untuk suatu ketentuan dalam melakukan
sebuah aktivitas, dengan adanya surat izin kita bisa mengikuti peraturan yang
ada dalam kegiatan kita.
Contoh
Surat izin tidak masuk sekolah :
Contoh Surat Izin
Medan, 20 Desember 2016
Kepada Yth. Bapak/ Ibu guru
Di
Tempat
Dengan Hormat,
Dengan datangnya surat ini saya beritahukan bahwa anak saya yang
Bernama : Fajar Pratama
Kelas : XII
tidak dapat mengikuti kegiatan belajar seperti biasanya
dikarenakan ada kepentingan. Mohon Bapak / Ibu dapat memakluminya.
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
TTD
(nama jelas orang tua)
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
TTD
(nama jelas orang tua)
DAFTAR
PUSTAKA
Arlita Roza. AR1, Malta
Nelisa, Ilmu informasi dan ilmu perpustakaan kearsipan
Drs. Tantawi Isma,M.A , Terampil Berbahasa Indonesia (Bandung
:Citapustaka media perintis,2013), hlm. 146.
Nurita
Bayu Kusmayati,Eka Trianingsih. Bahasa Indonesia untuk SMA dan MA Kelas XII
Program Bahasa (Jakarta : ,2009) Hal: 54
[2] Drs. Isma
Tantawi,M.A , Terampil Berbahasa Indonesia (Bandung :Citapustaka media
perintis,2013), hlm. 146.
[3] Nurita Bayu
Kusmayati,Eka Trianingsih. Bahasa Indonesia untuk SMA dan MA Kelas XII
Program Bahasa(Jakarta : ,2009) Hal: 54
#semoga bermanfaat guys
*salam manis dari wilan :)
*salam manis dari wilan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar