PERPUSTAKAAN
DAN PUSTAKAWAN
MAKALAH
OLEH :
1.
WILANTIKA
RAMADHANI
2.
YOGI
PRATAMA
PROGRAM
STUDI : ILMU PERPUSTAKAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
2016
KATA PENGANTAR
Asalamu’alaikum
wr.wb
Bismillahirahmanirrahim
Alhamdulilah,
Puji syukur kami ucapkan atas kehadiran Allah SWT, karena berkat rahmat dan
hidayahnya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Dasar-Dasar Organisasi dan
Informasi yang berjudul “ Lembaga
Pengelola Informasi Dokumen Publik Dan Semi-Publik” dengan tepat waktu.
Tugas makalah Dasar-Dasar Organisasi dan Informasi ini kami susun untuk
Nilai Tugas Kelompok 1 pada semester ini.
Kami kelompok 13
menyadari di dalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tntunan Allah swt
dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini
kami kelompok 13 menganturkan rasa hormat dan terimakasih kepada semua pihak.
Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, maka
kami kelompok 13 menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan makalah ini
masih banyak kekuarangan dan kesalahan, baik dalam penulisan maupun penyajian
materi. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak
sangat kami harapkan guna penyempurnaan dalam penyusunan dan penulisan tugas
kelompok ini dan tugas-tugas selanjutnya.
Medan, 06 Januari 2017
Kelompok 13
BAB I
PENDAHULUAN
I.
LATAR BELAKANG
Masyarakat Madani adalah tatanan masyarakat sipil yang mandiri dan
demokratis, masyarkat madani lahir dari proses penyemaian demokrasi.Semua orang
mendambakan kehidupan yang aman, damai dan sejahtera sebagaimana yang
dicita-citakan masyarakat Indonesia, yaitu adil dan makmur bagi seluruh lapisan
masyarakat. Untuk mencapainya berbagai sistem kenegaraan muncul, seperti
demokrasi. Cita-cita suatu masyarakat tidak mungkin dicapai tanpa
mengoptimalkan kualitas sumber daya manusia. Namun masih banyak permasalahan
bagi bangsa Indonesia, permasalahan yang timbul tersebut mengakibatkan
banyaknya konflik ataupun kekacauan yang terjadi dimasyarakat. Gonjang-ganjing
ini tidak bisa dibiarkan lebih lanjut karena akan sangat berakibat buruk bagi
kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara di negeri ini. Masih adanya budaya
KKN dan budaya malas mungkin menjadi masalah yang utama di negeri ini.
Alangkah baiknya bila permasalah yang seiring
waktu terus timbul akhir-akhir ini dapat diselesaikan dengan tuntas, cepat dan
transparan agar masyarakat tahu betul posisi dan solusi dari masalah tersebut.
Maka dari itu kita sebagai mahasiswa harus mengetahui apa sebenarnya masyarakat
madani itu sendiri. Dan bagaimana cara kita untuk mewujudkan negera kita
menjadi lebih baik lagi.
Di dalam makalah yang kami buat ini, kami akan
membahas tentang pengertian,sejarah, sejarah pemikiran, sejarah, konsep,
starategi dsb. Untuk memberikan dorongan mewujudkan negara indonesia sebagai
negara yang aman, damai, sejahtera yang akan meminimalkan konflik yang terjadi
di masa depan sebagai mahasiswa penerus bangsa yang berpendidikan.
II.
Rumusan Masalah
1.
Jelaskanlah
pengertian masyarakat madani ?
2.
Jelaskan Konsepsi
menurut pandangan islam ?
3.
Sebutkan dan jelaskan
karakteristik masyarakat madani ?
4. Bagaimana strategi membangun
masyarakat madani di Indonesia?
III.
Tujuan Makalah
1.
Untuk mengetahui pengertian masyarakat madani.
2.
Mengetahui konsepsi menurut pandangan islam
tentang masyarakat madani.
3.
Dapat menjelaskan apa saja kareteristik
masyarakat madani.
4.
Mengetahui strategi membangun masyarkat madani
di indonesia serta dapat menerapkannya sebagai warga negara indonesia yan
menginginkan kesejahteraan.
BAB II
ISI
A.
PENGERTIN
MASYARAKAT MADANI ( CIVIL SOCIETY )
Beberapa ilmuan
bidang politik maupun sosiologi mengemukakan pendapat tentang masyarakat madani
sebagai berikut :
1.
John Locke mendefenisikan
civil society sebagai masyarakat politik. Ia dihadapkan dengan otoritas
paternal atau keadaan alimi (state of nature) masyarakat yang damai, Penuh
kebijakan, saling melindungi, penuh kebebasan, tidak ada rasa takut dan penuh
kesetaraan.[1]
2.
Hegel mendefenisikan civil society merupakan bagian
dari tatanan politik secara keseluruhan . bagian dari tatanan politik lain
adalah Negara (state). Civil society yang dimaksud merupakan perkumulan
kemerdeka anatara seseorang yang membentuk
bourgeois society. Menurutnya Negara adalah perwujudan jiwa
mutlak yang bersifat unik karna memiliki logika, sistem berfikir dan perilaku
tersendiri yang berbeda dengan lembaga politik lainya.
3.
Antonio
Gramscri,lebih
memisahkan civil society di suatu sisi dan Negara disisi lainnya. civil society
melawan hegemoni Negara. Ia mendefenisikan civil society sebagai kumpulan
organism yang disebut privat dengan masyarakat politik yang disebut negera.
B.
KONSEPSI
MASYARAKAT MADANI MENURUT PANDANGAN ISLAM
Konsep
“masyarakat madani” merupakan penerjemah atau pengislaman konsep “civil
society”. Orang yang pertama kali mengungkapkan istilah ini adalah Anwar
Ibrahim dan dikembangkan di Indonesia oleh Nurcholish Madjid. Pemaknaan civil
society sebagai masyarakat madani merujuk pada konsep dan bentuk masyarakat
madinah yang dibangun Nabi Muhammad SAW.
Perbedaan lain antara
civil society dan masyarakat madani adalah civil society
merupakan buah modernitas, sedangkan modernitas adalah buah dari gerakan
Renaisans; gerakan masyarakat sekuler yang meminggirkan Tuhan. Sehingga civil
society mempunyai moral-transendental yang rapuh karena meninggalkan Tuhan.
Sedangkan masyarakat madani lahir dari dalam buaian dan asuhan petunjuk Tuhan.
Dari alasan ini Maarif mendefinisikan masyarakat madani sebagai sebuah
masyarakat yang terbuka, egalitar, dan toleran atas landasan nilai-nilai
etik-moral transendental yang bersumber dari wahyu Allah (A. Syafii
Maarif, 2004: 84).
C.
CIRI-CIRI MASYARAKAT MADANI ( CIVIL SOCIETY )
1.
Free Public
Sphere
Free Public
Sphere adalah adanya ruang public yang bebas sebagai sarana dalam mengemukaakan
pendapat. Pada ruangg public yang bebaslah individu dalam posisinya yang setara
mamapu melakukan transaksi-transsaksi wacana dan persis pilitik tanpa mengalami
distorsi dan kekhawatiran.[2]
2.
Demokratis
Demokratis
merupakan satu entitas yang menjadi penegak wacana masyarakatt madani, dimana
dalam menjalankan aktivitas kesehariannya, termasuk dalam berinteraksi dengan
lingkungannya.
3.
Toleran
Toleran
merupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukan
sikap saling menghargai dan menghormati aktivitas yang dilakukan oleh orang
lain. Toleransi ini memungkinkan akan adanya kesadaran masing-masing individu
untuk menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh
kelompok masyarakatt lain yang berbeda.
4.
Pluralisme
Menurut
Nurcholis Madjid, konsep pluralism ini merupakan persyaratan bagi tegaknya
masyarakatt madani. Pluralisme menurutnya adalah pertalian sejati kebhinekaan
dalam ikatan-ikatan peradaban. Bahkan Pluralisme adalahh juga suatu keharusan
bagi keselamatan umat manusia antara lain melalui mekanisme pengawasan dan
pengembangan (check and Balance).[3]
5.
Keadilan Sosial
(social Justice)
Keadilan di
maksudkan untuk menyebutkan keseimbangan dan pembagian yang professional
terhadap hak dan kewajiban setiap warga Negara yang mencakup seluruh aspek
kehidupan. Hal ini memungkinkan tidak adanya monopoli dan pemusatan salah satu
aspek kehidupan pada satu kelompok masyarakat. Secara esensial, masyrakat
memiliki hak yang sama dalam memperoleh kebijakan-kebijakan yang ditetapkan
oleh pemerintah (penguasa).
D.
PERAN
MASYARAKAT MADANI DI INDONESIA
Civil
Society dan masyarakat madani yaitu, Civil society merupakan buah modernitas
sedangkan modernitas adalah buah dari gerakan renaisans;gerakan masyarakat
sekuler yang meminggirkan tuhan.Sedangkan masyarakat madani lahir dari dalam
buaian dan asuhan petunjuk tuhan. Dari alas an ini Maarif mendefinisikan
masyarakat madani sebagai sebuah masyarakat yang terbuka,egalitar dan toleran
atas landasan nilai-nilai etik-moral transcendental yang bersumber dari wahyu
Allah.[4]
Melihat
sudut pandanag masyarakat Indonesia dimana umat islam adalah mayoritas, peranan
islam dalam mewujudkan masyarakat madani sangat menentukan. Kondisi masyarakat
sangat tergantung pada kontribusi yang diberikan umat islam. Peranan umat
isalam dapat direalisasikan melalui jalur hukum,sosial,politik,ekonomi dan yang
lain. Sistem hukum, sosial politik, ekonomi dan yag lain di Indonesia
memberikan ruang untuk menyalurkan aspirasinya secara konteruktif bagi
kepentingan bangsa secara keseluuruhan.
Mewujudkan
Masyarakat madani merupakan cita-cita yang amat muulia untuk dipratikkan dalam
kehidupan masyarakat. Model masyarakat madani pernah dicontohkan pada masa
Rasulullaah SAW di Madinah. Pada masa itu kota Madinah dipimpin oleh Rasulullah
SAW setelah perjanjian yang disebut Piagam Madinah. Piagam Madinah adalah
kesepakatan antara Rasulullah SAW dan umat islam lainya berserta penduduk
yahudi. Didalam perjanjian tersebut berisi untuk setiap masyarakat untuk saling
tolong menolong dan menciptakan kedamaian dalam kehidupan social, menjadikan
Alquran sebagai landasan konstitusi,mengangakat Rasulullah SAW menjadi pemimpin
dan juga dalam piagam tersebut berisi memberikan kebebasan untuk memeluk agama
dan beribadah kepercayaan meraka masing-masing. Dalam Kepemimpinan Rasulullah
SAW Masyarakat madinah yang sebelumnya sering terjadi konflik berubah menjadi
masyarakat yang damai dan saling tolong menolong satu sama lain.[5]
Permasalahan
pokoknya yang menjadi kendalah saat ini adalah kemapuan dan konsistensi umat
islam Indonesia terhadapa karakter dasarnyya untuk mengimplementasikan jarann
islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui jalur-jalur yang ada.
E.
PERKEMBANGAN
MASYARAKAT MADANI
Adanya
lembaga-lembaga yang diperlukan dan berfungsi mengkritis kebijakan-kebijakan
penguasa agar tidak menyimpang dari cita-cita masyarakat madani adalah :
1.
Lembaga Swadaya Masyarakat.
LSM adalah
institusi sosial yang dibentuk oleh swadayan masyarakat yang tugas esensinya
adalah membantu dan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang tertindas dan
bangsa sekaligus dalam rangka meningkatkan kualitas hidup. Sisi lain kehadiran
LSM dalam konteks kehidupan masyrakat mengenai hal-hal yang signifikan dalam
kehidupan sehari-hari seperti advokasi, pelatihan dan sosialisasi program
program pengembangan masyrakat.
2.
Pers
Pers merupakan
institusi yang penting dalam penegakkan masyarakat madani karena
memungkinkannya dapat mengkritisi dan menjadi bagian dari social control yang
dappat menganalisasi serta mempublikasikan sebagai kebijakan pemerintah yang
berkenaan dengan warga negaranya.
3.
Supremasi Hukum
Setipa warga
Negara baik yang duduk dalam formasi pemerintahan maupun rakyat, harus tunduk
kepada aturan(hukum). Hal tersebut berarti bahwa perjuangan untuk mewujudkan
hak dan kebebasan antar Negara dan warga Negara dengan pemerintah haruslah
dilakukan dengan cara-cara damai dan sesuai dengan hukum berlaku.
4.
Perguruan tinggi
Yakni tempat
dimana civitas akademikanya (dosen dan mahasiswa) merupakan bagian kekusatan
sosial dan masyarakat madani yang bergerak pada ajalur moral force untuk
menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengkritis berbagai kebijakan pemerintah
dengan catatan gerakan dan dilancarkan oleh mahasiswa tersebut masih pada jalur
yang benar dan memposisikan diri ada rel dan realitas yang betul-betul
objektif, menyuarakan dan kepentingan masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dalam mewujudkan masyarakt madani
masyarakat Indonesia harus memiliki kemapuan dan
konsistensi umat islam Indonesia terhadapa karakter dasarnyya untuk
mengimplementasikan jarann islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
melalui jalur-jalur yang ada.
B.
Saran
Dalam Pembuatan makalah ini kami kelompok 13 mengharapkan pembaca
dan dosen yang bertanggungjawab atas mata kuliah ini mampu memberikan respon
yang berguna bagi kelompok kami yang dapat membangun dan memperbaiki makalah
kami kedepannya. Karena dalam pembuatan makalah ini kami kelompok 13 menyadari
banyak kekurangan sehingga tidak sempurnya ya makalah kami,namun kesempurnaan
hanyalah milik Allah SWT.Maka dari itu kami kelompok 13 mengharapkan saran yang
dapat membangun pengetahuan kami lagi dalam pembuatan makalah. Dan kami ucapkan
terimakah semoga makalah ini dapat bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
Usiono, Pancasila dan Kewarganegaraan, (Medan :Perdana
Publising, 2016)
Saleh Sarbani, Pendidikan
Kewarganegaraan Mewujudkan Masyarakat Madani, (Medan : Cipta Pustaka,
2008).
.Syafii Maarif A, Autentisitas Dalam Kegalauan , (Jakarta:
PSAP,2004)
[1] Usiono, Pancasila
dan Kewarganegaraan, (Medan :Perdana Publising, 2016) Hal.174.
[2] Sarbani Saleh, Pendidikan
Kewarganegaraan Mewujudkan Masyarakat Madani, (Medan : Cipta Pustaka, 2008).
Hal. 187
[3] Ibid. Hal 189
[4] A.Syafii
Maarif, Autentisitas Dalam Kegalauan , (Jakarta: PSAP,2004) , Hal 84.
[5] Ibid 186
