Jumat, 06 Januari 2017

Masyarakat Madani

PERPUSTAKAAN DAN PUSTAKAWAN
MAKALAH

OLEH :
1.   WILANTIKA RAMADHANI
2.   YOGI PRATAMA


PROGRAM STUDI     : ILMU PERPUSTAKAAN

 











FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

2016 


KATA PENGANTAR

Asalamu’alaikum wr.wb
Bismillahirahmanirrahim
Alhamdulilah, Puji syukur kami ucapkan atas kehadiran Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Dasar-Dasar Organisasi dan Informasi yang berjudul “ Lembaga  Pengelola Informasi Dokumen Publik Dan Semi-Publik” dengan tepat waktu. Tugas makalah Dasar-Dasar Organisasi dan Informasi ini kami susun untuk  Nilai Tugas Kelompok 1 pada semester ini.
Kami kelompok 13 menyadari di dalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tntunan Allah swt dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini kami kelompok 13 menganturkan rasa hormat dan terimakasih kepada semua pihak.
Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, maka kami kelompok 13 menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan makalah ini masih banyak kekuarangan dan kesalahan, baik dalam penulisan maupun penyajian materi. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat kami harapkan guna penyempurnaan dalam penyusunan dan penulisan tugas kelompok ini dan tugas-tugas selanjutnya.


Medan, 06 Januari 2017

Kelompok 13





BAB I
PENDAHULUAN


I.                   LATAR BELAKANG
            Masyarakat Madani adalah tatanan masyarakat sipil yang mandiri dan demokratis, masyarkat madani lahir dari proses penyemaian demokrasi.Semua orang mendambakan kehidupan yang aman, damai dan sejahtera sebagaimana yang dicita-citakan masyarakat Indonesia, yaitu adil dan makmur bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk mencapainya berbagai sistem kenegaraan muncul, seperti demokrasi. Cita-cita suatu masyarakat tidak mungkin dicapai tanpa mengoptimalkan kualitas sumber daya manusia. Namun masih banyak permasalahan bagi bangsa Indonesia, permasalahan yang timbul tersebut mengakibatkan banyaknya konflik ataupun kekacauan yang terjadi dimasyarakat. Gonjang-ganjing ini tidak bisa dibiarkan lebih lanjut karena akan sangat berakibat buruk bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara di negeri ini. Masih adanya budaya KKN dan budaya malas mungkin menjadi masalah yang utama di negeri ini.
Alangkah baiknya bila permasalah yang seiring waktu terus timbul akhir-akhir ini dapat diselesaikan dengan tuntas, cepat dan transparan agar masyarakat tahu betul posisi dan solusi dari masalah tersebut. Maka dari itu kita sebagai mahasiswa harus mengetahui apa sebenarnya masyarakat madani itu sendiri. Dan bagaimana cara kita untuk mewujudkan negera kita menjadi lebih baik lagi.
Di dalam makalah yang kami buat ini, kami akan membahas tentang pengertian,sejarah, sejarah pemikiran, sejarah, konsep, starategi dsb. Untuk memberikan dorongan mewujudkan negara indonesia sebagai negara yang aman, damai, sejahtera yang akan meminimalkan konflik yang terjadi di masa depan sebagai mahasiswa penerus bangsa yang berpendidikan.

 
 


II.               Rumusan Masalah

1.      Jelaskanlah pengertian masyarakat madani ?
2.      Jelaskan Konsepsi menurut pandangan islam ?
3.      Sebutkan dan jelaskan karakteristik masyarakat madani ?
4. Bagaimana strategi membangun masyarakat madani di Indonesia?

III.           Tujuan Makalah 
1.      Untuk mengetahui pengertian masyarakat madani.
2.      Mengetahui konsepsi menurut pandangan islam tentang masyarakat madani.
3.      Dapat menjelaskan apa saja kareteristik masyarakat madani.
4.      Mengetahui strategi membangun masyarkat madani di indonesia serta dapat menerapkannya sebagai warga negara indonesia yan menginginkan kesejahteraan.














 
 

BAB II
ISI

A.    PENGERTIN MASYARAKAT MADANI ( CIVIL SOCIETY )
Beberapa ilmuan bidang politik maupun sosiologi mengemukakan pendapat tentang masyarakat madani sebagai berikut :
1.      John Locke mendefenisikan civil society sebagai masyarakat politik. Ia dihadapkan dengan otoritas paternal atau keadaan alimi (state of nature) masyarakat yang damai, Penuh kebijakan, saling melindungi, penuh kebebasan, tidak ada rasa takut dan penuh kesetaraan.[1]
2.      Hegel  mendefenisikan civil society merupakan bagian dari tatanan politik secara keseluruhan . bagian dari tatanan politik lain adalah Negara (state). Civil society yang dimaksud merupakan perkumulan kemerdeka anatara seseorang yang membentuk  bourgeois society.  Menurutnya Negara adalah perwujudan jiwa mutlak yang bersifat unik karna memiliki logika, sistem berfikir dan perilaku tersendiri yang berbeda dengan lembaga politik lainya.
3.      Antonio Gramscri,lebih memisahkan civil society di suatu sisi dan Negara disisi lainnya. civil society melawan hegemoni Negara. Ia mendefenisikan civil society sebagai kumpulan organism yang disebut privat dengan masyarakat politik yang disebut negera.





 
 

B.     KONSEPSI MASYARAKAT MADANI MENURUT PANDANGAN ISLAM
Konsep “masyarakat madani” merupakan penerjemah atau pengislaman konsep “civil society”. Orang yang pertama kali mengungkapkan istilah ini adalah Anwar Ibrahim dan dikembangkan di Indonesia oleh Nurcholish Madjid. Pemaknaan civil society sebagai masyarakat madani merujuk pada konsep dan bentuk masyarakat madinah yang dibangun Nabi Muhammad SAW. 
Perbedaan lain antara civil society dan masyarakat madani adalah civil society merupakan buah modernitas, sedangkan modernitas adalah buah dari gerakan Renaisans; gerakan masyarakat sekuler yang meminggirkan Tuhan. Sehingga civil society mempunyai moral-transendental yang rapuh karena meninggalkan Tuhan. Sedangkan masyarakat madani lahir dari dalam buaian dan asuhan petunjuk Tuhan. Dari alasan ini Maarif mendefinisikan masyarakat madani sebagai sebuah masyarakat yang terbuka, egalitar, dan toleran atas landasan nilai-nilai etik-moral transendental yang bersumber dari wahyu Allah (A. Syafii Maarif, 2004: 84).






 
 

C.    CIRI-CIRI  MASYARAKAT MADANI ( CIVIL SOCIETY )
1.      Free Public Sphere
Free Public Sphere adalah adanya ruang public yang bebas sebagai sarana dalam mengemukaakan pendapat. Pada ruangg public yang bebaslah individu dalam posisinya yang setara mamapu melakukan transaksi-transsaksi wacana dan persis pilitik tanpa mengalami distorsi dan kekhawatiran.[2] 

2.      Demokratis
Demokratis merupakan satu entitas yang menjadi penegak wacana masyarakatt madani, dimana dalam menjalankan aktivitas kesehariannya, termasuk dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

3.      Toleran
Toleran merupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukan sikap saling menghargai dan menghormati aktivitas yang dilakukan oleh orang lain. Toleransi ini memungkinkan akan adanya kesadaran masing-masing individu untuk menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh kelompok masyarakatt lain yang berbeda.

4.      Pluralisme
Menurut Nurcholis Madjid, konsep pluralism ini merupakan persyaratan bagi tegaknya masyarakatt madani. Pluralisme menurutnya adalah pertalian sejati kebhinekaan dalam ikatan-ikatan peradaban. Bahkan Pluralisme adalahh juga suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengembangan (check and Balance).[3]

5.      Keadilan Sosial (social Justice)
Keadilan di maksudkan untuk menyebutkan keseimbangan dan pembagian yang professional terhadap hak dan kewajiban setiap warga Negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Hal ini memungkinkan tidak adanya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan pada satu kelompok masyarakat. Secara esensial, masyrakat memiliki hak yang sama dalam memperoleh kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah (penguasa).


 
 


D.    PERAN MASYARAKAT MADANI DI INDONESIA
Civil Society dan masyarakat madani yaitu, Civil society merupakan buah modernitas sedangkan modernitas adalah buah dari gerakan renaisans;gerakan masyarakat sekuler yang meminggirkan tuhan.Sedangkan masyarakat madani lahir dari dalam buaian dan asuhan petunjuk tuhan. Dari alas an ini Maarif mendefinisikan masyarakat madani sebagai sebuah masyarakat yang terbuka,egalitar dan toleran atas landasan nilai-nilai etik-moral transcendental yang bersumber dari wahyu Allah.[4]
Melihat sudut pandanag masyarakat Indonesia dimana umat islam adalah mayoritas, peranan islam dalam mewujudkan masyarakat madani sangat menentukan. Kondisi masyarakat sangat tergantung pada kontribusi yang diberikan umat islam. Peranan umat isalam dapat direalisasikan melalui jalur hukum,sosial,politik,ekonomi dan yang lain. Sistem hukum, sosial politik, ekonomi dan yag lain di Indonesia memberikan ruang untuk menyalurkan aspirasinya secara konteruktif bagi kepentingan bangsa secara keseluuruhan.
Mewujudkan Masyarakat madani merupakan cita-cita yang amat muulia untuk dipratikkan dalam kehidupan masyarakat. Model masyarakat madani pernah dicontohkan pada masa Rasulullaah SAW di Madinah. Pada masa itu kota Madinah dipimpin oleh Rasulullah SAW setelah perjanjian yang disebut Piagam Madinah. Piagam Madinah adalah kesepakatan antara Rasulullah SAW dan umat islam lainya berserta penduduk yahudi. Didalam perjanjian tersebut berisi untuk setiap masyarakat untuk saling tolong menolong dan menciptakan kedamaian dalam kehidupan social, menjadikan Alquran sebagai landasan konstitusi,mengangakat Rasulullah SAW menjadi pemimpin dan juga dalam piagam tersebut berisi memberikan kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah kepercayaan meraka masing-masing. Dalam Kepemimpinan Rasulullah SAW Masyarakat madinah yang sebelumnya sering terjadi konflik berubah menjadi masyarakat yang damai dan saling tolong menolong satu sama lain.[5]
Permasalahan pokoknya yang menjadi kendalah saat ini adalah kemapuan dan konsistensi umat islam Indonesia terhadapa karakter dasarnyya untuk mengimplementasikan jarann islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui jalur-jalur yang ada.




E.     PERKEMBANGAN MASYARAKAT MADANI
Adanya lembaga-lembaga yang diperlukan dan berfungsi mengkritis kebijakan-kebijakan penguasa agar tidak menyimpang dari cita-cita masyarakat madani adalah :
1.      Lembaga Swadaya Masyarakat.
LSM adalah institusi sosial yang dibentuk oleh swadayan masyarakat yang tugas esensinya adalah membantu dan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang tertindas dan bangsa sekaligus dalam rangka meningkatkan kualitas hidup. Sisi lain kehadiran LSM dalam konteks kehidupan masyrakat mengenai hal-hal yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari seperti advokasi, pelatihan dan sosialisasi program program pengembangan masyrakat.
2.      Pers
Pers merupakan institusi yang penting dalam penegakkan masyarakat madani karena memungkinkannya dapat mengkritisi dan menjadi bagian dari social control yang dappat menganalisasi serta mempublikasikan sebagai kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan warga negaranya.
3.      Supremasi Hukum
Setipa warga Negara baik yang duduk dalam formasi pemerintahan maupun rakyat, harus tunduk kepada aturan(hukum). Hal tersebut berarti bahwa perjuangan untuk mewujudkan hak dan kebebasan antar Negara dan warga Negara dengan pemerintah haruslah dilakukan dengan cara-cara damai dan sesuai dengan hukum berlaku.
4.      Perguruan tinggi
Yakni tempat dimana civitas akademikanya (dosen dan mahasiswa) merupakan bagian kekusatan sosial dan masyarakat madani yang bergerak pada ajalur moral force untuk menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengkritis berbagai kebijakan pemerintah dengan catatan gerakan dan dilancarkan oleh mahasiswa tersebut masih pada jalur yang benar dan memposisikan diri ada rel dan realitas yang betul-betul objektif, menyuarakan dan kepentingan masyarakat.




 
 

BAB III
PENUTUP


A.  Kesimpulan
Dalam mewujudkan masyarakt madani masyarakat Indonesia harus memiliki  kemapuan dan konsistensi umat islam Indonesia terhadapa karakter dasarnyya untuk mengimplementasikan jarann islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui jalur-jalur yang ada.
B.  Saran
Dalam Pembuatan makalah ini kami kelompok 13 mengharapkan pembaca dan dosen yang bertanggungjawab atas mata kuliah ini mampu memberikan respon yang berguna bagi kelompok kami yang dapat membangun dan memperbaiki makalah kami kedepannya. Karena dalam pembuatan makalah ini kami kelompok 13 menyadari banyak kekurangan sehingga tidak sempurnya ya makalah kami,namun kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.Maka dari itu kami kelompok 13 mengharapkan saran yang dapat membangun pengetahuan kami lagi dalam pembuatan makalah. Dan kami ucapkan terimakah semoga makalah ini dapat bermanfaat.















 
 

DAFTAR PUSTAKA



Usiono, Pancasila dan Kewarganegaraan, (Medan :Perdana Publising, 2016)
Saleh  Sarbani, Pendidikan Kewarganegaraan Mewujudkan Masyarakat Madani, (Medan : Cipta Pustaka, 2008).
.Syafii Maarif A, Autentisitas Dalam Kegalauan , (Jakarta: PSAP,2004)






[1] Usiono, Pancasila dan Kewarganegaraan, (Medan :Perdana Publising, 2016) Hal.174.
[2] Sarbani Saleh, Pendidikan Kewarganegaraan Mewujudkan Masyarakat Madani, (Medan : Cipta Pustaka, 2008). Hal. 187
[3] Ibid. Hal 189
[4] A.Syafii Maarif, Autentisitas Dalam Kegalauan , (Jakarta: PSAP,2004) , Hal 84.
[5] Ibid 186 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar